Sabtu, 04 Juli 2015

BALLBULO

SEJARAH KERAJAAN ISLAM BALLABULO 
(Sepenggal cerita dari kerajaan sebelah selatan Pulau Selayar)
Penulis : A.Irfan Saputra Opu, S.Ars.   


Pulau Selayar terdiri dari 1 pulau besar dan sekitar 130 pulau kecil 7 diantaranya kadang tidak terlihat dikala air laut pasang, sejak abad -12 Pulau ini dahulu adalah tempat persinggahan para nelayan nusantara khususnya para saudagar bugis-makassar ,hingga akhir sejarah menjelaskan bahwa suatu ketika perahu besar bersandar di pantai barat pulau selayar yang sekarang disebut sebagai pelabuhan alam desa padang, yang isinya adalah Keluarga besar Kedatuan Luwu yaitu We Tenri Dio dan Sawerigading ,perahu tersebut sandar di desa Putabangung yang sekarang terletak di Kecamatan Bontoharu ,Kelurahan Bontobangun, Kerabat Kedatuan Luwu tersebut terdiri dari putri mahkota Kedatuan Luwu yang bernama We Tenri Dio .


Pada Pertengahan abad ke 12, Pulau Selayar disebut dalam naskah I La Galigo sebagai "Silaja". Suatu fakta yang menarik yang didapati pada masyarakat kepulauan tersebut, bahwa mereka menyebut bangsawannya dengan : OPU, sebagaimana halnya di Luwu. Jadi mereka sesungguhnya adalah para turunan dari We Tenri Balobo dan We Tenri Dio Batari Bissu Punna LipuE ri Mallimongeng Datu ri Silaja. puteri Sawerigading dengan We Cudai'.

Hal tersebut dilatarbelakangi dengan adanya berbagai kegiatan dan kebutuhan dalam kedatuan Luwu sehingga keluarga kedatuan Luwu melakukan pelayaran keberbagai tempat dan pada akhirnya sampai ke tanah Putabangun untuh singgah sebelum bertolak kembali ke negaranya di Kedatuan Luwu ,namun hal tersebut tidak terjadi sebab we tenri dio memilih untuk tinggal di pulau ini dan mendirikan sebuah kerajaan, hal tersebut tidak serta merta begitu saja untuk di jadikan raja sebab masyarakat Putabangun melihat keanehan yang ada pada diri we tenri dio, keanehan tersebut diperlihatkan disaat beliau diminta oleh masyarakat untuk menjadi Opu atau Raja,hal ini diawali sejak Opu (we tenri dio)berkata saya akan mengabulkan permintaan kalian hanya jika saya mendapat restu dari dewata (tuhan),kalau saya direstui maka akan ada tandanya, we tenri dio berkata : kumpulkanlah masyarakat dan saya akan meminta persetujuan mereka, masyarakat telah berkumpul dan melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa we tendri dio melayang tanpa tiang penyangga sehelaipun ,dan berkata inilah tanda dan restu tuhan untuk saya, dengan begitu we tenri dio bersedia untuk memimpin masyarakatnya . hal inilah sehingga beliau disebut tumanurung oleh masyarakat selayar. We Tenri dio menjadi cikal bakal berdirinya kerajaan-kerajaan lain di dataran selayar, seperti, Kerajaan Ballabulo,Kerajaan Buki,dan Bonea, Seiring berkembangnya waktu kerajaan ini membentuk pemerintahan kecil lagi yaitu beberapa galla' atau gallarang.

Khusus untuk kerajaan ballabulo telah dipimpin oleh 11 raja dengan membentuk satu wilayah kedaulatan Ballabulo dengan wilayah kekuasaan hampir setengah dari pulau selayar,raja Ballabulo bergelar Opu sebagaimana dilatar belakangi dengan garis keturunan dari we tenri dio dari Kedatuan Luwu, hampir semua kerajaan-kerajaan dipulau selayar mempunyai garis keturunan yang sama,Putri dan Putra mahkota Kerajaan Ballabulo telah dikawinkan dengan Putra Putri mahkota Bontobangun (Putabangun),Buki,Bonea,Tanete,Layolo,dan Barang, mereka telah melakukan hal tersebut untuk memperkuat talikekeluagaan antar kerajaan.

Sekitar Abad ke 15 Raja Ballabulo (Opu Ballabulo), telah mengawinkan salah satu putri mahkotanya dengan Putra seorang cendikiawan muslim dari cekoang yang tinggal di sekitar wilayah Kerajaan Gowa yaitu cekoang, yang bernama Sayed Tadjualam beliau adalah seorang berketurunan Arab yang berdiam di cekoang yang bertujuan menyebarkan agama islam di wilayah kerajaan Gowa, dengan kawinnya beliau dengan salah satu putri mahkota kerajaan Ballabulo ,maka dimulailah peradaban islam ditanah Ballabulo, beliaulah yang mengislamkan keluarga kerajaan Ballabulo, kedatangan beliau memperkuat kehidupan beragama kerajaan Ballabulo, beliau memperlihatkan sesuatu yang memeperlihatkan kebesaran ALLAH SWT sehingga di mantap untuk memeluk agama islam dengan sempurnah dengan mendirikan mesjid berdampingan dengan Istana kerajaan (Sapolohe) ,
Opu Ballabulo mengeluarkan sabda agar agama Islam segera dijadikan agama resmi dari kerajaan dan mengharuskan masyarakat Ballabulo agar segera memeluk agama islam, semua gaukan dan adat istiadat yang telah lama dilakukan secara turun temurun dari sejak Opu Ballabulo Pertama agar sesuai dengan perintah AL-Qur'an, semua gaukan adat kalompoang dari Ballabulo agar diislamisasi ,semua kegiatan yang melanggar perintah AL-Qur'an agar di tinggalkan dan yang diperbolehkan tetap dilakukan ,sehingga adat istiadat Ballabulo sampai sekarang semua dilakukan dengan niat yang baik yaitu lillahitaala ,hampir semua kegiatan didalam kehidupan Opu Ballabulo dipertimbangkan oleh Opu Kali (Imam mesjid Ballabulo) agar semua kegiatan sesuai dengan anjuran dari Nabi Besar Muhammad SAW, Opu Ballabulo mengatakan bahwa gaukan atau kalompoang hanya simbol dari Kerajaan Ballabulo saja sebab itu adalah budaya yang menunjukkan jati diri dari masyarakat Ballabulo ,para ulama berpendapat bahwa hal ini adalah anugrah dan rahmat Allah SWT yang harus disyukuri rakyat Ballabulo,sebab Allah SWT menciptakan kita bersuku-suku,berbangsa-bangsa, dan berbudaya yang beda-beda,adat istiadat dan budaya itu adalah rahmat Allah SWT.
 
Situs Kerajaan Islam Ballabulo adalah berupa mesjid tua yang berada di wilayah kekuasan kerajaan Ballabulo ,yang sekarang di sebut desa harapan.Mesjid tersebut berada di tengah-tengah Keraton Istana Sapolohe, hingga saat ini mesjid tersebut masih dilestarikan sebagai saksi bisu dari peradaban islam di Ballabulo.

Hingga akhirnya para keturunan langsung dari Sayed Tadjualam , bergelar "Sayed" ,sayed merupakan gelar yang hanya bisa di pakai oleh orang yang memiliki garis keturunan  Nabi Muhammad SAW.
Hal ini mencerminkan bahwa rahmat Allah SWT begitu besar untuk bangsa ini
 
Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarakatu